Jumat, 05 November 2010

PENTINGNYA KOMPUTER SEBAGAI ALAT BANTU PEMBELAJARAN

Bayangkanlah seorang karyasiswa yang tertarik untuk mempelajari pusaran air laut. Dengan bantuan komputer dia mulai melakukan pelacakan literatur memanfaatkan fasilitas berbasis data di perpustakaan universitas dengan mengandalkan kata-kata kunci tentang pusaran air laut. Permasalahannya yaitu masalah biaya yang akan sebanding dengan waktu penggunaan komputer. Cara perburuan semacam ini jauh lebih singkat dan menghemat tenaga.

Setelah memperoleh bahan, bahan yang diperlukan yaitu siswa bisa mendiskusikannya dengan pembimbing dalam memilih suatu topik baru dan belum pernah diteliti orang lain. Setelah pilihannya jatuh pada studi medan alir pusaran air laut. Untuk maksud tersebut, siswa perlu menghitung beberapa parameter yang menyusun suatu medan alir tersebut.

Jika berhasil menemukan makalah yang akan dibahas tentang metoda penghitungan parameter yang diusulkan oleh seorang ilmuwan. Dengan menggunakan teknik aljabar komputer MACSYMA atau MAPLE solusi metoda tersebut. Jika solusi tersebut bisa dibuktikan kebenarannya secara matematis, maka persoalan lain telah menunggu hasil pengujian dari beberapa kasus fisis sederhana yang solusi teoritisnya sudah diketahui.

Setelah menentukan pilihan pada suatu kasus tertentu, Kembali lagi ke komputer yang berperan dalam proses simulasi untuk membuat data buatan kasus fisis tersebut, yaitu dihitung dengan parameter medan alirnya denganmenggunakan metoda. Hasil dari simulasi ini kemudian dicocokkan dengan perhitungan teoritis.

Dalam tahap pemrosesan data buatan inilah, timbul beberapa permasalahan diantaranya Bising Noise. Bising ini bisa disebabkan oleh proses penghitungan misalnya penggunaan rumus turunan/differensial secara numeris atau bising yang sengaja dicampurkan ke dalam data buatan. Bising buatan ini merupakan antisipasi awal dalam menangani persoalan yang ditemui dalam pengukuran di laut yakni ketidaktepatan penentuan salah satu besaran fisis tertentu. Untuk mengatasi pengaruh kedua jenis bising ini, salah satu teknik yang di modifikasi dengan teknik Transformasi Fourier Cepat dapat diajukan sebagai alat pembuat berbagai jenis filter.

Setelah melalui beberapa tahap di atas, siswa memperoleh informasi tentang kemampuan dan keterbatasan suatu metoda. Dengan mengetahui kemampuan metoda itu berarti ia atau pemakai lainnya menjadi yakin akan menemukan temuan yang diperoleh. Sedangkan menyadari akan keterbatasannya berarti alternatif pemecahan menjadi terbuka lebar melalui upaya penyempurnaan metoda yang sudah ada, pengembangan metoda lainnya atau pun pendayagunaan beberapa teknik pengolahan data yang ada, misalnya teknik penjendelaan dan teknik perataan.

Contoh diatas merupakan proses belajar yang umum dialami oleh para karyasiswa Indonesia yang berbagai disiplin ilmu dan komputer bergabung membantu proses belajar. Karena proses ini merupakan salah satu komponen pendidikan, kami menyimpulkan bahwa komputer akan memegang peranan penting sebagai alat bantu dalam pendidikan di Indonesia. Peningkatan cara berfikir ini dirasakan karena perkembangan teknologi yang sangat pesat mengharuskan seseorang untuk mempunyai ketrampilan belajar cara berfikir yang tinggi. Dengan kata lain, proses belajar merupakan proses pembentukan pengetahuan bukan proses menghafal pengetahuan. Jadi kita dapat menggunakan pengetahuan yang telah kita miliki untuk membangun pengetahuan yang baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar