Jumat, 05 November 2010

PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI KALANGAN REMAJA

Bahasa Indonesia merupakan bahasa asli dari negara Indonesia dan sudah sepantasnya sebagai warga Indonesia, seluruh masyarakat terutama para remaja menjaga dan melestarikan bahasa Indonesia. Namun apa yang terjadi saat ini sungguh sangat memprihatinkan. Kemampuan berbahasa Indonesia para remaja saat ini sudah semakin menurun.

Banyak remaja yang menggunakan bahasa Indonesia di campur dengan bahasa yang mereka sebut dengan bahasa gaul. Padahal penggunaan bahasa gaul tersebut dapat merusak tata bahasa Indonesia yang benar. Bagi sebagian remaja, menggunakan bahasa gaul akan menciptakan image bagi mereka sebagai anak keren dan tidak ketinggalan jaman. Padahal apa yang mereka lakukan tidak benar dan dapat merugikan Bangsa Indonesia. Apalagi saat ini Malaysia telah mengklaim bahasa Indonesia sebagai bahasa negara mereka padahal sudah jelas bahwa bahasa Indonesia adalah milik negara Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa betapa rendahya kesadaran masyarakat terutama para remaja untuk mencintai bahasanya sendiri.

Indonesia merupakan negara dengan suku dan budaya terbesar di dunia. Di Indonesia terdapat puluhan jenis bahasa seperti bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Padang dll. Namun sangat jarang remaja saat ini menggunakan bahasa daerahnya sendiri. Bahkan mereka cenderung sudah melupakan bahasa daerah maupun bahasa nasional mereka sendiri. Hanya sebagian remaja di daerah yang menggunakan bahasa daerahnya sendiri. Andai seluruh remaja seperti itu mau melestarikan bahasa nasional maupun bahasa daerahnya sendiri, pasti Indonesia akan lebih maju dan di hargai oleh negara lain di dunia.

Bahasa Indonesia baku mulai dikhawatirkan ketika mulai dikikis oleh bahasa gaul, populer atau bahasa pasar. Padahal, bahasa baku sangat penting dalam kedudukan kebangsaan.

“Bahasa baku penting bagi sebuah negara, apalagi bagi Indonesia,” kata Prof Dr Benny Hoedoro Hoed, pakar bahasa dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, dalam sebuah diskusi di Lembaga Pers Dr Soetomo, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (23/10).

Menurutnya, bahasa baku memiliki fungsi mempersatukan negara Indonesia yang terdiri dari 400 bahasa daerah. Bahasa Indonesia baku diperlukan untuk memperlancar atau memfasilitasi komunikasi pada tataran nasional.
Bahasa Indonesia baku berfungsi sebagai bahasa nasional, bahasa persatuan, dan bahasa kebanggaan bangsa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar